Senin, 09 Februari 2009

linux bash script

Tahukah Anda bahwa Linux memiliki scripting seperti batch file di DOS? Dengan scripting, PC Anda dapat bekerja secara otomatis tanpa banyak 'bertanya'. Walaupun saat ini eranya interface grafis, tidak semua hal cocok ditangani dengan klik mouse.

Image

Scripting adalah salah satu bentuk pemrograman. Secara spesifik, scripting lebih dikaitkan dengan pemrograman interpreter, contohnya pada shell Bash (Bourne Again Shell) yang akan dibahas kali ini. Lalu, apa itu shell? Mungkin Anda tidak terlalu familiar dengan istilah ini, tapi sering menggunakannya. Apabila Anda me­makai program seperti xterm atau Konsole untuk mengetik perintah, berarti Anda telah menggunakan shell. Saat Anda masuk ke mode teks, Anda pun berhadapan dengan shell. Shell dapat diibaratkan se­orang pelayan yang siap mengerjakan perintah tuannya sekaligus menyajikan hasil perintah pada kita. Karena shell ha­nyalah 'pelayan', maka jika perintahnya salah, shell pun tidak akan memberikan hasil yang diinginkan.

Shell ada bermacam-macam, di antara­nya Bash, csh dan zsh. Untuk mengetahui shell yang digunakan, bisa digunakan beberapa cara:

1. Gunakan perintah set dan cek nilai variabel SHELL

$ set | grep SHELL
SHELL=/bin/bash

2. Periksa file /etc/passwd dan lihat kolom terakhir dari entry user Anda

$ cat /etc/passwd | grep mulyadi
mulyadi:x:500:500:Mulyadi Santosa:/home/
mulyadi:/bin/bash

Output-output di atas mengkonfirmasi­kan bahwa Anda sedang menggunakan shell Bash. Pada artikel ini, diasumsikan Anda telah mengetahui beberapa perintah dasar Linux dan dapat langsung berkonsentrasi pada logika dan syntax scriptingnya. Seper­ti biasa, prompt $ menunjukkan bahwa perintah dapat dilakukan oleh user non root dan prompt # berarti perintah dilakukan oleh root. Tidak ada batasan distribusi Linux apa yang harus digunakan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar